Thursday, June 24, 2010
Menghitung Selisih Hari Pada Tipe Data Tanggal
Bagaimana caranya jika kita ingin menghitung selisih hari (lamanya hari) terutama untuk aplikasi yang menghitung hari sebagai penentu biaya/harga seperti denda keterlambatan penyewaan buku, lamanya menginap di hotel, dll. Kita cukup menggunakan fungsi DateDiff yang ada pada VB dengan format penulisan sbb:
Dim hari As Long = DateDiff(DateInterval.Day, TanggalAwal, TanggalAkhir)
Sunday, June 20, 2010
Migrasi Data dari Berbagai Platform Database
Anda mengalami kesulitan ketika akan mengkonversi atau migrasi data dari berbagai platform database. Semua masalah tersebut terpecahkan dengan program ESF Database Migration Toolkit.
Saya akan memberikan panduan cara untuk mengkonversi data dari MySQL ke SQL Server 2000/2005 atau versi yang lebih tinggi:
1). Pada kotak dialog "Choose Data Source", pilih "MySQL Database", lalu isi nama server (default localhost), port (default 3306), nama pengguna (default-nya adalah root) dan password; Tekan "Refresh" untuk otomatisasi enumerasi semua database dari MySQL Server, pilih database yang ingin dipindahkan, kemudian klik "Next" untuk melanjutkan.
2). Pada kotak dialog "Choose a Data Destination" pilih "Microsoft SQL Server (Standard) " atau "Microsoft SQL Server ( OS Authentication)"; Isi nama server dimana SQL Server berada dan port server (default-nya adalah 1433, atau 1284 untuk SQL Server 2005 Express), plus, jika Anda ingin menawarkan sebuah username dan password ketika menggunakan "Microsoft SQL Server (Standard)". Tekan tombol "Refresh", program ini akan mencari semua database yang berada di SQL Server secara otomatis, Anda dapat memilih database secara langsung, atau menciptakan database baru di kolom "Database" lalu dikonversi. Klik "Next" untuk melanjutkan.
3). Pada kotak dialog "Select source Tables(s) & View(s)", program akan mendaftar semua tabel dan view dalam database MySQL, Anda dapat melihat pratinjau tabel data source melalui fungsi "Preview". Pilih tabel atau view yang sudah dipersiapkan untuk dikonversi. Di sini, Anda memiliki kesempatan untuk mengubah nama tabel tujuan di kolom "Destination". Ada pilihan "Overwrite Database" di bawah daftar (Perhatikan: Jika Anda memilih opsi ini, tujuan database SQL Server akan dihapus, dan semua data akan hilang!). Jika Anda ingin mengatur opsi leibh lengkap untuk konversi, klik tombol "..." di kolom "Transform".
4). Pada kotak dialog "Transform", ada beberapa pilihan untuk konversi. Anda hanya dapat menkonversi struktur tabel melalui pilihan "Copy Structure Only", atau centang "Copy Indexes"/"Copy Foreign Keys" untuk mengaktifkan / menonaktifkan MySQL copy index/foreign key ketika konversi. Pilihan "Transfer auto-increment" paling berguna untuk mengkonversi tabel MySQL dengan field auto-increment (misalnya: ID), kadang-kadang, ketika Anda menambahkan data ke tabel SQL Server dengan auto-increment, mungkin Anda akan menerima pesan seperti "Duplicable-keys ...", untuk mengatasinya Anda dapat menghilangkan centang opsi ini. Plus, Anda dapat mengubah tabel/kolom di pilihan "Table/Column Name" atau memberikan filter data (misalnya: [id]<100) di pilihan "Records Filter (WHERE)" (Jika Anda ingin bermigrasi semua data biarkan pilihan ini kosong atau 1=1). Dalam daftar "Field Map" Anda dapat memilih field tabel yang akan migrasi dan field name, type, allow null, size, precision, default value. Ketika semua selesai, klik "OK" untuk menyimpan pengaturan Anda.
5). Dalam kotak dialog "Execution", klik "Submit" untuk memulai konversi. Ketika konversi sedang berjalan, klik "Stop" untuk menghentikan konversi.
6). Untuk mengkonversi dari SQL Server 2000/2005 atau lebih tinggi ke MySQL, hanya memilih "SQL Server (Standard)" atau "Microsoft SQL Server (OS Authentication)" pada halaman "Choose a Data Source" dan pilih "MySQL Database" di halaman "Choose a Destination", pengaturan lainnya adalah sama seperti di atas.
Saya akan memberikan panduan cara untuk mengkonversi data dari MySQL ke SQL Server 2000/2005 atau versi yang lebih tinggi:
1). Pada kotak dialog "Choose Data Source", pilih "MySQL Database", lalu isi nama server (default localhost), port (default 3306), nama pengguna (default-nya adalah root) dan password; Tekan "Refresh" untuk otomatisasi enumerasi semua database dari MySQL Server, pilih database yang ingin dipindahkan, kemudian klik "Next" untuk melanjutkan.
2). Pada kotak dialog "Choose a Data Destination" pilih "Microsoft SQL Server (Standard) " atau "Microsoft SQL Server ( OS Authentication)"; Isi nama server dimana SQL Server berada dan port server (default-nya adalah 1433, atau 1284 untuk SQL Server 2005 Express), plus, jika Anda ingin menawarkan sebuah username dan password ketika menggunakan "Microsoft SQL Server (Standard)". Tekan tombol "Refresh", program ini akan mencari semua database yang berada di SQL Server secara otomatis, Anda dapat memilih database secara langsung, atau menciptakan database baru di kolom "Database" lalu dikonversi. Klik "Next" untuk melanjutkan.
3). Pada kotak dialog "Select source Tables(s) & View(s)", program akan mendaftar semua tabel dan view dalam database MySQL, Anda dapat melihat pratinjau tabel data source melalui fungsi "Preview". Pilih tabel atau view yang sudah dipersiapkan untuk dikonversi. Di sini, Anda memiliki kesempatan untuk mengubah nama tabel tujuan di kolom "Destination". Ada pilihan "Overwrite Database" di bawah daftar (Perhatikan: Jika Anda memilih opsi ini, tujuan database SQL Server akan dihapus, dan semua data akan hilang!). Jika Anda ingin mengatur opsi leibh lengkap untuk konversi, klik tombol "..." di kolom "Transform".
4). Pada kotak dialog "Transform", ada beberapa pilihan untuk konversi. Anda hanya dapat menkonversi struktur tabel melalui pilihan "Copy Structure Only", atau centang "Copy Indexes"/"Copy Foreign Keys" untuk mengaktifkan / menonaktifkan MySQL copy index/foreign key ketika konversi. Pilihan "Transfer auto-increment" paling berguna untuk mengkonversi tabel MySQL dengan field auto-increment (misalnya: ID), kadang-kadang, ketika Anda menambahkan data ke tabel SQL Server dengan auto-increment, mungkin Anda akan menerima pesan seperti "Duplicable-keys ...", untuk mengatasinya Anda dapat menghilangkan centang opsi ini. Plus, Anda dapat mengubah tabel/kolom di pilihan "Table/Column Name" atau memberikan filter data (misalnya: [id]<100) di pilihan "Records Filter (WHERE)" (Jika Anda ingin bermigrasi semua data biarkan pilihan ini kosong atau 1=1). Dalam daftar "Field Map" Anda dapat memilih field tabel yang akan migrasi dan field name, type, allow null, size, precision, default value. Ketika semua selesai, klik "OK" untuk menyimpan pengaturan Anda.
5). Dalam kotak dialog "Execution", klik "Submit" untuk memulai konversi. Ketika konversi sedang berjalan, klik "Stop" untuk menghentikan konversi.
6). Untuk mengkonversi dari SQL Server 2000/2005 atau lebih tinggi ke MySQL, hanya memilih "SQL Server (Standard)" atau "Microsoft SQL Server (OS Authentication)" pada halaman "Choose a Data Source" dan pilih "MySQL Database" di halaman "Choose a Destination", pengaturan lainnya adalah sama seperti di atas.
Friday, June 18, 2010
Cara Membuat Favicon
Untuk membuatnya, kita harus memiliki gambar yang akan dipakai untuk membuat favicon-nya. Jika sudah, berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Buat atau pilih sebuah gambar yang akan di jadikan sebagai favicon
2. Setelah itu anda harus mengubah bentuk gambar tersebut ke dalam bentuk gambar icon.
Anda dapat menggunakan tool Favicon Generator, silahkan kunjungi situs www.favicongenerator.com
Anda dapat menggunakan tool Favicon Generator, silahkan kunjungi situs www.favicongenerator.com
3. Klik pada tombol Browse...
4. Masukan gambar yang dibuat tadi untuk diubah menjadi format icon
5. Klik pada tombol Generate Favicon.
6. Setelah proses selesai, klik pada Click Here to Download your favicon.
7. Save file gambar icon ke komputer anda.
8. Selesai. Sekarang Anda sudah mempunyai favicon pada situs web.
Bagi anda yang masih menggunakan browser IE6, favicon anda tidak akan langsung terlihat, coba di bookmark dulu alamatnya. Berbeda jika anda menggunakan browser firefox, opera dan yang lainnya, favicon anda sudah langsung dapat di nikmati.
Wednesday, June 9, 2010
JOIN: Perintah SQL yang Powerful
Ketika membuat sebuah program aplikasi yang berhubungan dengan dua atau lebih tabel sebagai akibat dari adanya normalisasi basis data, gunakan perintah JOIN yang terdapat pada SQL daripada harus membuat source code yang rumit untuk membaca data.
Berikut ini adalah contoh dari perintah JOIN:
SELECT a.tanggal, b.kode_barang, b.qty, c.nama_barang, c.harga FROM (tblheaderjual AS a JOIN tbldetailjual AS b ON a.no_invoice = b.no_invoice) JOIN tblbarang AS c ON b.kode_barang = c.kode_barang WHERE b.kode_barang='00001'
Penjelasan:
Perintah SQL untuk menampilkan data dengan menghubungkan 3 tabel yang berbeda, yaitu tblheaderjual, tbldetailjual, dan tblbarang khusus barang dengan kode '00001'.
Tuesday, June 8, 2010
Membuat Label Waktu Berdetik
Jika Anda ingin menambahkan sebual label waktu pada form yang dapat berdetik, maka berikut ini syntax-nya:
Public Class Form1
Private Sub Timer1_Tick(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Timer1.Tick
Label1.Text = Format(Now, "hh:mm:ss")
End Sub
Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
Timer1.Enabled = True
End Sub
End Class
Penjelasan:
Timer1.Enabled = True berfungsi untuk membuat timer berdetik. Jika enabled-nya dibuat false, maka timer akan berhenti.
Label1.Text = Format(Now, "hh:mm:ss") untuk menampilkan waktu sekarang
Monday, June 7, 2010
Menghitung Jumlah Total Nominal Pada Listview
Jika Anda ingin menghitung total pembayaran dari subtotal pembelian yang dilakukan oleh pelanggan dengan menjumlahkan salah satu kolom dari Listview. Misalkan kolom yang akan dihitung totalnya berada di kolom ke-4 (kolom paling kiri berindex nol), maka syntax-nya sebagai berikut:
Dim total as integer
For i As Integer = 0 To Listview1.Items.Count - 1
total = total + listview1.Items(i).SubItems(3).Text
Next
'Tampilkan hasil dari Total Bayar
TxtTotal.text = total
Keterangan:
i adalah posisi baris pada listview
Listview1.Items.Count untuk menghitung jumlah baris data pada listview
Subitems (3) merujuk pada kolom ke-4 dari listview (index kolom = posisi kolom - 1)
Tuesday, June 1, 2010
Mengisi ComboBox dengan Mengambil Data dari SQL Server
Anda ingin mengisi combobox dengan data yang diambil dari SQL Server, berikut ini adalah syntax-nya:
Imports System.Data.SqlClient
-----
Dim cn As New SqlConnection("Data Source=ORACLE\SQLEXPRESS;Initial Catalog=Kampus;Integrated Security=True")
Dim comm As New SqlCommand("", cn)
Dim da As New SqlDataAdapter
Dim ds As New DataSet
Dim dt As New DataTable
Dim dr As SqlDataReader
-----
cn.Open()
comm.Connection = cn
comm.CommandType = CommandType.Text
comm.CommandText = "Select * from tbljurusan order by kode"
dr = comm.ExecuteReader
If dr.HasRows Then
While dr.Read()
ComboBox1.Items.Add(dr.Item("kode") + " ---> " + dr.Item("jurusan"))
End While
End If
dr.Close()
cn.Close()
Subscribe to:
Posts (Atom)
